SELAMAT MEMBACA, SEMOGA BERMANFAAT, dan MOHON MAAF JIKA ADA SALAH DALAM PENULISAN

Pages

Sunday, December 1, 2019

DURI PERSAHABATAN


     Pukul 07.00 pagi sekolah SMA kota telah dipenuhi ratusan siswa-siswi yang akan menjalani masa perkenalanan lingkungan sekolah. Semua siswa-siswi dikumpulkan di aula untuk pembagian kelompok.  Disana Nampak dua orang yang sedang asik bercengkrama layaknya seorang yang sudah saling mengenal, iya mereka adalah Fatimah dan Zahra yang telah bersahabat sejak smp. Semua siswa-siswi menunggu hasil pengumuman pembagian kelompok. Dan detik-detik yang telah mereka tunggu akhirnya tiba dan dari hasil pengumuman itu menunjukkan Fatimah dan Zahra harus berpisah kelompok. Ada rasa kekecewaan dan amarah tapi apa boleh buat, itu yang harus mereka jalani saat ini.
“Ra, kita beda kelompok” (ujar Fatimah dengan raut wajah sedih).
“Iya Fat, padahal aku berharap bisa satu kelompok denganmu. Tapi ya sudah Fat gak apa nanti pulang kitakan bisa sama-sama lagi” (Zahra Memeluk Fatimah sebelum mereka melangkahkan kaki menuju kelompok mereka masing-masing)

**
     Zahra melangkahkan kaki menuju kelompoknya yang disana Nampak gadis yang tengah sendiri di tempat kelompoknya. Zahra memberanikan diri duduk disebelah gadis itu dan memulai percakapan.
“hai, nama kamu siapa?”
“aku Ratna, kamu siap?”
“aku Zahra, salam kenal. Kamu bukan anak daerah sini ya”
“salam kenal juga, iya aku anak pindahan dari luar kota”
“ohhhh.. terus kamu disini sama siapa?”
“aku disini sama keluargaku karena ayahku dipindah tugaskan kekota ini, kalau kamu asli anak sini”
“iya aku asli anak sini”
“ohh berarti kalau aku boleh dong kalau ada apa-apa minta tolong kamu”
“ya tentu boleh dong” (mereka terus berbincang dan disisi lain Fatimah).

**
      Fatimah menuju tempat kelompoknya dan ia mendapati orang yang tak asing lagi baginya.
“mita ya” (Tanya Fatimah yang membuat gadis itu kaget)
“Fatimah kan (terkejut dan memeluknya) udah lama kita ndak ketemu”
“iyalah tepatnya setelah kamu pindah keluar kota dan tak ada kabar”
“he..he… maaf Fat (mita adalah teman sd Fatimah) mereka melanjutkan perbincangannya dan mengenal masa-masa kecilnya.
     Hari pertama pengenalan lingkungan sekolah telah usai. Semua siswa-siswi berhamburan meninggalkan sekolah yang jika dilihat dari atas seperti semut yang keluar sari sarangnya. Aku telah menunggu Zahra didepan gerbang yang tak kunjung datang.
“Fat” (suara dari belang itu membuatku terkejut. Dan ternyata itu suara)
“Zahra, apaan sih ngagetin aja kalau aku jantungan gimana “ (omelanku hanya dibalas senyuman oleh Zahra)
“siapa itu ra (aku memandangnya aneh)”
“eh… ini kenalin Fatimah, teman baruku namanya Ratna dia pindahan dari luar kota dan disini belum punya temen. Ratna ini Fatimah sahabat terbaikku”
“Ratna” (menyodorkan tangannya)
“Fatimah (aku membalas jabatannya) pulang yuk ra, aku udah capek ini”
“ayok, Rat kita berdua pulang dulu ya kamu hati-hati”
“iya ra, kalian juga hati-hati”.
     Masa pekenalan lingkungan sekolah telah berakhir. Dan hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh semua siswa pasalnya hari ini merupakan hari pembagian kelas.
“Ra mudah-mudahan kita bisa satu kelas ya “
“aamiin”
“Ra, ternyata kamu ada disini, sejak tadi aku mencarimu gak ketemu-ketemu” (memegang tangan Zahra dan memandangku sinis)
“iya Rat”
     Semakin hari hubungan Ratna dan Zahra semakin dekat membuatku khawatir dengan Zahra. Bukan aku melarangnya berkawan dengan orang lain tapi wajah dan gerak-gerik Ratna seolah menyimpan misteri.
        Pengumuman pembagian telah ditempelkan dipapan pengumuman yang membuat semua siswa saling berhamburan melihat hasilnya dipapan pengumuman.
“Ra itu kayaknya hasilnya sudah keluar, kita lihat yuk” (Ratna menarik tangan Zahra)
“bentar dulu, Fat ayo kita lihat hasilnya”
“buru-buru amat sih ra, itukan masih desak-desakan” (omongan Fatimah tak digubris sama sekali pasalnya tangan Zahra telah ditarik paksa oleh Ratna).
“Fatima” (teriak Zahra dari kejauhan)
“apaan sih” jawabku jutek
“kita bertiga satu kelas Fat”
“ohhh ya (terkejut) kita satu kelas Ra (wajah berseri mendengar kabar ini). Kamu duduk sama aku ya Ra” (menatap Ratna sinis)
“Ra kamu duduk sama aku aja, akukan belum punya temen. Temen aku sekarang hanya kamu Ra” (memegang tangan Zahra dan membuat Zahra bingung bukan main)
“hmmm gimana ya.. tapi sebelumnya maaf ya Rat aku gak bisa duduk sama kamu, karena aku sudah janji sebelumnya sama Fatimah. Dan kamu pasti dapat temen banyak kok disini, lagian kan kita satu kelas jadi setiap hari bisa bertemu.”
“tapikan Ra kamu juga janji sama aku mau bantu aku jika aku kesulitan”
“iya Rat, aku tau tapi bagaimanapun aku udah janji sama Fatimah duluan dan aku gak mau mengecewakannya” (jawab Zahra yang kali ini membuat Ratna kecewa, marah dan pergi meninggalkannya dan Fatimah)
“Rat” (Zahra ingin melangkahkan kakinya mengejar Ratna tapi ia tak bisa karena Fatima telah memegang tangannya dengan kuat).
     Setelah kejadian itu Ratna tetap mendekati Zahra dan aku merasa Ratna bukan orang yang baik untuk Zahra….

//Didalam kelas//
“Ra, bisa gak kamu anter aku kekantin”
“jangan Ra, inikan masih jam pelajaran. Aku gak mau kamu nanti kena hukum” (bisikku ditelinga Zahra).
“ayolah Ra, aku laper banget ini. Emangnya kamu gak laper ya” (paksa Zahra)
“gak ah inikan belum jam istirahat, lagi pula 20 menit lagi juga istirahat. Kamu tunggu aja bentar kok”
“kamu beneran gak laper Ra”
“laper sih sebenarnya”
“yaudah Ra ayo kita kekantin” (menarik lengan Zahra de gan paksa)
“Aku harus menjauhkan Zahra dari pengaruh buruk Ratna” (ujarku dalam hati)

**
     Jam pulang sekolah … semua siswa membereskan peralatannya dan bergegas pulang. Tiba-tiba Ratna mendekati bangku kami dan berkata.
“Ra. Aku pulang sama kamu ya”
“Tapi Rat”
“udah ayok” mereka berdua meninggalkanku. Aku tau pasti Ratna sengaja untuk menjauhkanku dengan Zahra. Rasa kecewa amarah terasa mengalir begitu deras di darahku. Aku harus memikirkan cara untuk menjauhkannya dari Zahra.
     Berberapa hari kemudian. Didalam kelas Fatimah mulai merasa kesal dengan tingka laku Ratna.
“Ra, aku mau ngomong sesuatu dengan mu” (mengajak Zahra keluar kelas)
“mau ngomong apasih Fat, kok sampai keluar kelas segala”
“kenapa si Ra, kamu selalu nurutin apa kemauan Ratna?”
“iya kan Ratna belum mengenal banyak temen Fat”
“itu bukan suatu alasan untuk kamu selalu menurutinya Ra. Kamu gak mikir apa Ra. Ratna meminta sesuatu padamu hal-hal yang gak perna kamu lakuin selama ini, seperti bolos jam pelajaran, ngerjain tugasnya dan masih banyak lagi”
“udah ya Fat, Ratna itu anak perantauan dia perlu beradaptasi dengan kita semua”
“tapi yang dia minta itu gak baik Ra”
“udah ya fat, aku pusing” (Zahra melangkahkan pergi meninggalkanku. Aku rasa sekarang Zahra telah banyak berubah setelah kedatangan gadis itu. Air mata kekecewaanpun tak dapat dibendung lagi aku hanya terdiam dengan sikapnya padaku)      Sudah beberapa hari ini Zahra menghindariku seakan kami tak pernah kenal satu sama lain. Aku Nampak dari kejauhan tanda kemenangan dalam diri Ratna. Tak lama bel istirahat berbunyi.
“Ra, kamu gak kekantin” (tanyaku)
“gak” (jawabnya jutek) mendengar sikap dinginnya dan perkataannya membuat hati teriris. Aku tak menyangka kehadiran anak itu merubah segalanya. Aku berlari ke toilet karena tak ingin Zahra melihat air mataku.
“Bagaiman Fat, sahabat yang duku kamu sanjung-sanjung sekarang pergi menjauhimu, bahkan tak lagi peduli dengamu” (suara itu dating dari belakang membuatku seketika langsung menoleh dan ya itu adalah suara Ratna orang yang telah membuat persahabatanku diambang kehancuran)
“mau apa kau disini, belum puas kau memisahkan ku dengan Zahra, kau memang cantik Rat tapi hatimu tak secanting parasmu” (plakkkkk tamparan keras menghantam pipiku)
“apa kau bilang”
“apa, kau mau menamparku lagi. Aku tak perduli kalau kamu mau tampar aja terus . itukan memang kenyataan kalau hatimu busuk lebih busuk dari bangkai. Aku tau kau berteman dengan Zahra tak tulus, kau hanya memanfaatkan kebaikannya saja kan”
“kau memang cerdik Fat, mangkanya aku menyingkirkan mu dari sahabatmu yang bodoh itu. Dia sangatlah bodoh aku berteman dengannya hanya karena aku ingin memanfaatkannya saja tak lebih” (di balik pintu toilet seseorang tengah berdiri dan mendengar semua percakapan itu dan membuatnya geram serta meneteskan air mata kekecewaan)
     Jam pelajaran telah dimulai Zahra mulai bersikap dingin pada Ratna. Membuat Fatimah bertanya-tanya apa yang sedang terjadi pada sahabatnya itu.
Ting-ting……. Jam pelajaran telah usah. Aku membereskan buku-buku dan bergegas pergi. Tapi ada tangan yang mencegahku pergi dari situ. Aku membalikkan badanku melihat siapa yang mencoba menahanku pergi.
“Tunggu Fat, aku mau bicara denganmu”
“Kamu mau biacara apa, kalau bicara cepet ya karena aku ada urusan setelah ini”
“kamu mau bicara apa lagi sih Ra sama dia” (ujar Ratna)
“udah diem kamu, aku udah tau semuanya tentangmu Rat. Benar kata Fatimah kamu bukan orang baik, kamu hanya ingin memanfaatkanku dan merusak hubungan persahabatanku dengan Fatimah-kan. Jawab Ratt.. kenapa sih kamu ngelakuin ini semua sama aku dan Fatimah. Apa salah kami Rat”
“Itu semua gak seperti yang kamu katakan Ra”
“udahlah Rat, aku udah keweca sama kamu” (Zahra menarik lenganku pergi meninggalkan Ratna). Dan setelah kejadian itu Ratna memutuskan untuk pindah sekolah, bukan karena apa tapi karena alasan ayahnya dipindahkan dari pekerjaannya.

By : RK
==selesai==