Pukul 07.00 pagi sekolah SMA kota telah dipenuhi ratusan
siswa-siswi yang akan menjalani masa perkenalanan lingkungan sekolah. Semua siswa-siswi
dikumpulkan di aula untuk pembagian kelompok.
Disana Nampak dua orang yang sedang asik bercengkrama layaknya seorang
yang sudah saling mengenal, iya mereka adalah Fatimah dan Zahra yang telah
bersahabat sejak smp. Semua siswa-siswi menunggu hasil pengumuman pembagian
kelompok. Dan detik-detik yang telah mereka tunggu akhirnya tiba dan dari hasil
pengumuman itu menunjukkan Fatimah dan Zahra harus berpisah kelompok. Ada rasa
kekecewaan dan amarah tapi apa boleh buat, itu yang harus mereka jalani saat
ini.
“Ra, kita beda kelompok” (ujar Fatimah dengan raut wajah
sedih).
“Iya Fat, padahal aku berharap bisa satu kelompok denganmu. Tapi
ya sudah Fat gak apa nanti pulang kitakan bisa sama-sama lagi” (Zahra Memeluk
Fatimah sebelum mereka melangkahkan kaki menuju kelompok mereka masing-masing)
**
Zahra melangkahkan kaki menuju kelompoknya yang disana Nampak
gadis yang tengah sendiri di tempat kelompoknya. Zahra memberanikan diri duduk
disebelah gadis itu dan memulai percakapan.
“hai, nama kamu siapa?”
“aku Ratna, kamu siap?”
“aku Zahra, salam kenal. Kamu bukan anak daerah sini ya”
“salam kenal juga, iya aku anak pindahan dari luar kota”
“ohhhh.. terus kamu disini sama siapa?”
“aku disini sama keluargaku karena ayahku dipindah tugaskan
kekota ini, kalau kamu asli anak sini”
“iya aku asli anak sini”
“ohh berarti kalau aku boleh dong kalau ada apa-apa minta
tolong kamu”
“ya tentu boleh dong” (mereka terus berbincang dan disisi
lain Fatimah).
**
Fatimah menuju tempat kelompoknya dan ia mendapati orang yang
tak asing lagi baginya.
“mita ya” (Tanya Fatimah yang membuat gadis itu kaget)
“Fatimah kan (terkejut dan memeluknya) udah lama kita ndak
ketemu”
“iyalah tepatnya setelah kamu pindah keluar kota dan tak ada
kabar”
“he..he… maaf Fat (mita adalah teman sd Fatimah) mereka
melanjutkan perbincangannya dan mengenal masa-masa kecilnya.
Hari pertama
pengenalan lingkungan sekolah telah usai. Semua siswa-siswi berhamburan
meninggalkan sekolah yang jika dilihat dari atas seperti semut yang keluar sari
sarangnya. Aku telah menunggu Zahra didepan gerbang yang tak kunjung datang.
“Fat” (suara dari belang itu membuatku terkejut. Dan ternyata
itu suara)
“Zahra, apaan sih ngagetin aja kalau aku jantungan gimana “
(omelanku hanya dibalas senyuman oleh Zahra)
“siapa itu ra (aku memandangnya aneh)”
“eh… ini kenalin Fatimah, teman baruku namanya Ratna dia
pindahan dari luar kota dan disini belum punya temen. Ratna ini Fatimah sahabat
terbaikku”
“Ratna” (menyodorkan tangannya)
“Fatimah (aku membalas jabatannya) pulang yuk ra, aku udah
capek ini”
“ayok, Rat kita berdua pulang dulu ya kamu hati-hati”
“iya ra, kalian juga hati-hati”.
Masa
pekenalan lingkungan sekolah telah berakhir. Dan hari ini adalah hari yang
paling ditunggu-tunggu oleh semua siswa pasalnya hari ini merupakan hari
pembagian kelas.
“Ra mudah-mudahan kita bisa satu kelas ya “
“aamiin”
“Ra, ternyata kamu ada disini, sejak tadi aku mencarimu gak
ketemu-ketemu” (memegang tangan Zahra dan memandangku sinis)
“iya Rat”
Semakin hari
hubungan Ratna dan Zahra semakin dekat membuatku khawatir dengan Zahra. Bukan
aku melarangnya berkawan dengan orang lain tapi wajah dan gerak-gerik Ratna
seolah menyimpan misteri.
Pengumuman
pembagian telah ditempelkan dipapan pengumuman yang membuat semua siswa saling
berhamburan melihat hasilnya dipapan pengumuman.
“Ra itu kayaknya hasilnya sudah keluar, kita lihat yuk” (Ratna
menarik tangan Zahra)
“bentar dulu, Fat ayo kita lihat hasilnya”
“buru-buru amat sih ra, itukan masih desak-desakan” (omongan Fatimah
tak digubris sama sekali pasalnya tangan Zahra telah ditarik paksa oleh Ratna).
“Fatima” (teriak Zahra dari kejauhan)
“apaan sih” jawabku jutek
“kita bertiga satu kelas Fat”
“ohhh ya (terkejut) kita satu kelas Ra (wajah berseri
mendengar kabar ini). Kamu duduk sama aku ya Ra” (menatap Ratna sinis)
“Ra kamu duduk sama aku aja, akukan belum punya temen. Temen
aku sekarang hanya kamu Ra” (memegang tangan Zahra dan membuat Zahra bingung
bukan main)
“hmmm gimana ya.. tapi sebelumnya maaf ya Rat aku gak bisa
duduk sama kamu, karena aku sudah janji sebelumnya sama Fatimah. Dan kamu pasti
dapat temen banyak kok disini, lagian kan kita satu kelas jadi setiap hari bisa
bertemu.”
“tapikan Ra kamu juga janji sama aku mau bantu aku jika aku
kesulitan”
“iya Rat, aku tau tapi bagaimanapun aku udah janji sama
Fatimah duluan dan aku gak mau mengecewakannya” (jawab Zahra yang kali ini
membuat Ratna kecewa, marah dan pergi meninggalkannya dan Fatimah)
“Rat” (Zahra ingin melangkahkan kakinya mengejar Ratna tapi
ia tak bisa karena Fatima telah memegang tangannya dengan kuat).
Setelah
kejadian itu Ratna tetap mendekati Zahra dan aku merasa Ratna bukan orang yang
baik untuk Zahra….
//Didalam kelas//
“Ra, bisa gak kamu anter aku kekantin”
“jangan Ra, inikan masih jam pelajaran. Aku gak mau kamu
nanti kena hukum” (bisikku ditelinga Zahra).
“ayolah Ra, aku laper banget ini. Emangnya kamu gak laper ya”
(paksa Zahra)
“gak ah inikan belum jam istirahat, lagi pula 20 menit lagi
juga istirahat. Kamu tunggu aja bentar kok”
“kamu beneran gak laper Ra”
“laper sih sebenarnya”
“yaudah Ra ayo kita kekantin” (menarik lengan Zahra de gan
paksa)
“Aku harus menjauhkan Zahra dari pengaruh buruk Ratna”
(ujarku dalam hati)
**
Jam pulang sekolah … semua siswa membereskan peralatannya dan
bergegas pulang. Tiba-tiba Ratna mendekati bangku kami dan berkata.
“Ra. Aku pulang sama kamu ya”
“Tapi Rat”
“udah ayok” mereka berdua meninggalkanku. Aku tau pasti Ratna
sengaja untuk menjauhkanku dengan Zahra. Rasa kecewa amarah terasa mengalir
begitu deras di darahku. Aku harus memikirkan cara untuk menjauhkannya dari
Zahra.
Berberapa
hari kemudian. Didalam kelas Fatimah mulai merasa kesal dengan tingka laku
Ratna.
“Ra, aku mau ngomong sesuatu dengan mu” (mengajak Zahra
keluar kelas)
“mau ngomong apasih Fat, kok sampai keluar kelas segala”
“kenapa si Ra, kamu selalu nurutin apa kemauan Ratna?”
“iya kan Ratna belum mengenal banyak temen Fat”
“itu bukan suatu alasan untuk kamu selalu menurutinya Ra.
Kamu gak mikir apa Ra. Ratna meminta sesuatu padamu hal-hal yang gak perna kamu
lakuin selama ini, seperti bolos jam pelajaran, ngerjain tugasnya dan masih
banyak lagi”
“udah ya Fat, Ratna itu anak perantauan dia perlu beradaptasi
dengan kita semua”
“tapi yang dia minta itu gak baik Ra”
“udah ya fat, aku pusing” (Zahra melangkahkan pergi
meninggalkanku. Aku rasa sekarang Zahra telah banyak berubah setelah kedatangan
gadis itu. Air mata kekecewaanpun tak dapat dibendung lagi aku hanya terdiam
dengan sikapnya padaku) Sudah
beberapa hari ini Zahra menghindariku seakan kami tak pernah kenal satu sama
lain. Aku Nampak dari kejauhan tanda kemenangan dalam diri Ratna. Tak lama bel
istirahat berbunyi.
“Ra, kamu gak kekantin” (tanyaku)
“gak” (jawabnya jutek) mendengar sikap dinginnya dan
perkataannya membuat hati teriris. Aku tak menyangka kehadiran anak itu merubah
segalanya. Aku berlari ke toilet karena tak ingin Zahra melihat air mataku.
“Bagaiman Fat, sahabat yang duku kamu sanjung-sanjung sekarang
pergi menjauhimu, bahkan tak lagi peduli dengamu” (suara itu dating dari
belakang membuatku seketika langsung menoleh dan ya itu adalah suara Ratna
orang yang telah membuat persahabatanku diambang kehancuran)
“mau apa kau disini, belum puas kau memisahkan ku dengan
Zahra, kau memang cantik Rat tapi hatimu tak secanting parasmu” (plakkkkk
tamparan keras menghantam pipiku)
“apa kau bilang”
“apa, kau mau menamparku lagi. Aku tak perduli kalau kamu mau
tampar aja terus . itukan memang kenyataan kalau hatimu busuk lebih busuk dari
bangkai. Aku tau kau berteman dengan Zahra tak tulus, kau hanya memanfaatkan
kebaikannya saja kan”
“kau memang cerdik Fat, mangkanya aku menyingkirkan mu dari
sahabatmu yang bodoh itu. Dia sangatlah bodoh aku berteman dengannya hanya
karena aku ingin memanfaatkannya saja tak lebih” (di balik pintu toilet seseorang
tengah berdiri dan mendengar semua percakapan itu dan membuatnya geram serta
meneteskan air mata kekecewaan)
Jam
pelajaran telah dimulai Zahra mulai bersikap dingin pada Ratna. Membuat Fatimah
bertanya-tanya apa yang sedang terjadi pada sahabatnya itu.
Ting-ting……. Jam pelajaran telah usah. Aku membereskan
buku-buku dan bergegas pergi. Tapi ada tangan yang mencegahku pergi dari situ. Aku
membalikkan badanku melihat siapa yang mencoba menahanku pergi.
“Tunggu Fat, aku mau bicara denganmu”
“Kamu mau biacara apa, kalau bicara cepet ya karena aku ada
urusan setelah ini”
“kamu mau bicara apa lagi sih Ra sama dia” (ujar Ratna)
“udah diem kamu, aku udah tau semuanya tentangmu Rat. Benar
kata Fatimah kamu bukan orang baik, kamu hanya ingin memanfaatkanku dan merusak
hubungan persahabatanku dengan Fatimah-kan. Jawab Ratt.. kenapa sih kamu
ngelakuin ini semua sama aku dan Fatimah. Apa salah kami Rat”
“Itu semua gak seperti yang kamu katakan Ra”
“udahlah Rat, aku udah keweca sama kamu” (Zahra menarik
lenganku pergi meninggalkan Ratna). Dan setelah kejadian itu Ratna memutuskan
untuk pindah sekolah, bukan karena apa tapi karena alasan ayahnya dipindahkan
dari pekerjaannya.
By : RK
==selesai==